Rabu, 16 Desember 2015

     Waktu berlibur kini telah tiba, namun hati tak gembira layaknya hati seseorang yang sedang menanati waktu libur dengan menempuh waktu yang panjang dan melelahkan, wkwkwk :D Hati menjadi waspada selama waktu berlibur, kenapa?? Temukan jawaban nya selagi membaca yaa. Perjuangan menjadi mahasiswa farmasi sangatlah sulit kawan, dikejar deadline sudah biasa, nulis laporan yang berlembar lembar pun sudah menjadi rutinitas setiap hari. Buat yang rajin, mereka udah nyicil dari jauh-jauh hari. Tetapi ehh tetapi, itu sih bagi mahasiswa/mahasiswi yang rajin, nahhh kalo seperti kita-kita mah besok dikumpul, hari ini baru di kerjakan. Ahaha, sssttt jangan dicontoh yaa. Saking sibuknya nihh ya makan pun hampir disingkirkan, waktu makan jadi nggak teratur lagi bukan sesuai jadwal lagi yang katanya 3 kali sehari, yang penting sesempatnya dan senemunya menu untuk dimakan, sukur-sukur masih bisa makan. waah sibuknya yaa. Tidur yang nyenyak menjadi hal yang sangat diharapkan dan diinginkan. Tak jarang adapula yang sering mencuri-curi waktu untuk tidur entah dikelas maupun jam makan siang, lembur lembur lembur mata panda dimana-mana hahaha.

     Apalagi saat UAS tiba makin sering deh, lemburnya menjadi-jadi, bilang nya sihh ya untuk belajar buat ujian besok pagi nya, bangun pun bukan lagi saat waktu subuh melainkan 2/3 malam, setelah berdoa lanjut lagi belajarnya. Serius banget kan belajarnya,, semoga hasilnya sesuai yang diharapkan karena hasil itu tidak pernah mengkhianati usaha. Itu sih kalimat untuk menenangkan diri sendiri karena khawatir akan hasil yang diperolah, yaitu IP maupun IPK. Karena IP sangat berpengaruh untuk semester selanjutnya karena akan menentukan jumlah SKS yang dapat diambil di semester tersebut. Makanya tak sedikit dari mereka yang berjuang mati-matian demi memperoleh IP yang cukup tinggi, tapi bukan berarti kuliah hanya semata-mata untuk mencari nilai ya pemirsa. Dan waktu UAS untuk mahasiswa farmasi UNSRI pun telah selesai dan kini tinggal menunggu hasil dari usaha selama satu semster ini.

     Sudah tau kan betapa sulitnya melewati satu semester untuk prodi farmasi khususnya farmasi UNSRI jadi waktu liburan pastilah akan menjadi moment yang membahagiakan sekaligus ditunggu - tunggu betul, sudah banyak rencana tentunya dalam benak masing-masing ada yang akan berlibur diluar kota atau malah keluar negeri. Ada yang ingin membantu orangtua selagi berlibur, Yahhh itung-itung berbakti lahh, adapula yang hanya akan dirumah saja memanjakan diri sendiri karena berpikir waktu kuliah sudah sangat melelahkan dan menguras banyak tenaga maupun pikiran. Pokok nya sudah banyak rencana yang akan dilakukan saat waktu liburan tiba.

     Tapi harapan waktu berlibur untuk merefreshing kan pikiran tidak dapat direalisasikan sepenuhnya, kenapa ??? jawabanya adalah karena dihantui bayang-bayang IP maupun IPK tadi itu lohhh, itu menjadi momok yang sangat menakutkan. Selama libur mahasiswa pun menanti-nanti hasil yang seperti apa yang akan diperoleh. Hati dibuat waspada setiap saat, seperti menunggu dengan harap-harap cemas. Pikiran dibuat bercabang-cabang dan mengkhayal, tak jarang otak mulai negative thinking, berpikir gimana kalo ip jelek ipk makin jeblok, apa kata orangtua, malu sama temen lain, jiaah banyak lah itu pikiran-pikiran yang sebenarnya engga baik, hiraukan saja yaa (pura-pura engga liat aja ^^). www.akademik.unsri.ac.id seketika menjadi tongkrongan favorit yang setiap saat dikunjungi. Hahaha tak jarang dari mereka yang bahkan 5 menit sekali log in, saking kepo nya tuhhh orang. Yahh asal jangan sampai mati penasaran aja yaaa. Hahaha :D

Tapiiii, apapun hasilnya, selamat berlibur kawan-kawan seperjuangan!!!



Minggu, 06 Desember 2015

Liburan Dinanti, IP dan IPK menghantui

Tinggal hitungan hari UAS pun akan berakhir dan sebentar lagi akan liburan. Bagi setiap mahasiswa terutama anak farmasi itu merupakan sesuatu kebahagiaan, ya bahagia yang luar biasa dan tak terkira . Jika dibandingkan dengan jurusan ataupun fakultas lain, jurusan farmasi identik dengan yang namanya pratikum dan beban belajar yang super duper berat.  Untuk menjalani 1 semester dibutuhkan perjuangan yang luar biasa . Dalam  1 semester, rata –rata anak farmasi menjalani perkulihan 18-21 sks dengan jumlah mata kuliah sekitar 10 mata kuliah. Untuk teori biasanya dihargai 2sks, tapi pratikum hanya  dihargai 1 sks tapi serasa- rasa .... sks ( isi sendiri lah ya) .
Beban terberat saat menjalani perkuliahan selama 1 semester adalah kita harus pintar-pintar membagi waktu untuk belajar, mengerjakan tugas, mengerjakan laporan dan berorganisasi. Niat untuk mencicil tugas bagi anak farmasi itu sangat sulit untuk dilakukan dikarenakan padatnya jadwal perkuliahan sehingga terpaksa dilakukan dengan sistem kebut semalam atau bahasa kerennya sih jadi seorang deadliner. Saat menjalankan praktikum, rata-rata  anak farmasi merasa senang setiap masuk lab dikarenakan anak-anak farmasi bisa mempraktekkan ilmu yang diperoleh dari teori, tapi setelah keluar dari lab kita dibebankan oleh menumpuknya laporan yang harus dikerjakan. “Tiada hari tanpa laporan”. Hari libur bahkan malam minggu sekalipun kita selalu ditemani dengan pacar yang setia( re: laporan) .Tapi apa daya, daripada tugas dan laporan tak kunjung selesai dan semakin mencekik leher? Ya terpaksa hari libur yang seharusnya diisi dengan hal-hal yang dapat merefresh otak harus dikorbankan.
Kita tau,bagi kita anak farmasi tidur normal sekitar 8 jam itu sangat sangat jarang untuk didapat, bahkan untuk tidur sekitar 4-5 jam saja sudah  patut disyukuri. Nah, efek dari jam tidur singkat yang  kita rasakan adalah kesulitan mempertahankan kelopak mata agar tetap melek alias tidak mengatuk saat mengikuti  perkuliahan. Saat akan quiz atau ujian lainnya pun kita harus pintar-pintar mencari waktu, terkadang ditengah-tengah pratikum, di kantin, di bis(anak pp) disempat-sempatin mencicil buat belajar.
Terkadang selama 1 semester itu kita pasti merasakan yang namanya jenuh. Apalagi kalau kita mengganggap agenda sehari-hari kita hanya sebuah rutinitas, maka godaan kejenuhan akan semakin gencar mendekati kita. Mungkin wajar apabila kita sesaat merasakan jenuh, karena setiap hari rutinitas yang kita jalani hampir sama setiap minggunya ( kuliah- ngelab- ngerjain tugas-ngerjain laporan- makan-tidur) sampai Negara api menyerang begitulah siklus anak farmasi. Untuk refreshing pun kita harus punya cara sendiri untuk merefresh otak, karena untuk pergi jalan-jalan pun sulit untuk meluangkan  waktu.  Beberapa cara anak farmasi merefresh otak dikala jenuh sih ada yang baca novel, baca komik, nonton drama, bermain game,kumpul sama teman atau keluarga ,dll.
Jadi bagaimana cara mengatasi kejenuhan ? untuk  mengatasi kejenuhan pertama-tama hal yang di lakukan adalah memperbaiki niat.Dan kalau sedang jenuh, cobalah bernapas panjang sejenak, pikirkan baik-baik  Apakah kita sudah pantas untuk mengatakan “aku sudah jenuh?”. Bagaimana dengan orang tua kita yang sedang berjuang mati-matian mencari nafkah untuk kita? Bagaimana dengan Indonesia yang mengharapkan kontribusi kita untuk memajukannya? Bagaimana dengan harapan-harapan umat yang menunggu prestasi dan peran serta kita?  Kita harus yakin bahwa kerja keras kita akan membuahkan hasil. Apabila kita menjalankan dengan hati yang ikhlas maka kita akan memperoleh hasil dari kerja keras kita. Sebaliknya kalau tidak disertai dengan keikhlasan, segala yang kita lakukan akan menjadi sia-sia. So, percuma dong sudah ngampus seharian, begadang semaleman, dan ngerjain laporan terus kalau kitanya asal-asalan dan tidak dibarengi dengan niat?
Kok jadi bahas kehidupan anak farmasi ya, balik ke judul. Setelah uas, balada yang melanda yaitu IP(Indeks Prestasi) dan IPK (indeks Prestatsi Kumulatif). IP merupakan momen yang  menakutkan dan menegangkan. Dimana perjuangan yang kita jalani selama 1 semester hasilnya akan tertera di akademik. Say Alhamdulillah kalau nilai sesuai target yang diharapkan, tapi ada perasaan kecewa saat hasil yang keluar tidak sesuai  yang kita harapkan. Pasti kita mempertanyakan apa yang salah saat hasil yang didapat tidak sesuai keinginan.  Mungkinkah karena usaha yang tidak maksimal? Atau mungkin cara belajar kita yang salah? Atau mungkin kita yang kurang bisa membagi waktu? Apapun itu kita pasti tau apa kesalahan kita selama 1 semester. So, kita harus mengintropeksi diri kita sendiri.
Sebenarnya IP itu berpengaruh nggak sih buat semester depan? Jawabannya pasti berpengaruh, karena IP mentukan jumlah sks yang akan kita ambil untuk semester selanjutnya. Terus IPK tinggi itu penting ngak sih ? IPK itu penting , namun IPK tinggi belum tentu  dapat menjamin kesuksesan karir seseorang dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, masih perlu dilengkapi dengan kemampuan komunikasi dan interaksi social (atau bahasa kerennya ‘kecerdasan emosional’). Kemampuan ini bisa diasah selama kuliah melalui kegiatan ekstra kurikuler dan lebih perlu ditajamkan lagi pada saat sudah bekerja. Sebetulnya yang lebih penting adalah seberapa banyak ilmu pengetahuan yang berhasil diserap selama kuliah, seberapa luas dan intensif jaringan yang mampu dibangun selama kuliah, dan citra positif yang terekam dalam benak orang-orang di sekitar kita. Jadi tetaplah  bersemangat, uas tinggal beberapa hari lagi, libur tiba tak lama lagi , tapi harap-harap cemas nilai IP dan IPK. Happy holiday.

Sabtu, 05 Desember 2015



Ketupel : Adnan
Waketupel : Aan Sidiq
Serkertaris : Rae Resta Lestari
Bendahara : Rahmayanti Kamelia
1.       Acara
Koor : Diva Yulandri
Anggota :
·         Syabrina Cahya Depita
·         Achmad Ridho Fauzan
·         Muhammad Ridwan
·         Asfaraeni Rahma
·         Intan Novitri Ananda
·         Eka Windi
·         Arsyad
·         Sonia Dea
·         Kiky Susilo
·         Yuliska
·         Syafira
·         Fanny
·         Sheni Herdina

2.       Humas
Koor : Wena Amelia
Anggota :
·         Masayu
·         Vephie
·         Eka Anugrah Oktaviani
·         Rini Zaini
·         Ulum Bidari
·         Novilia
·         Ditria Puteri
·         Aji Bayu
·         Muhammad Sholeh
·         Arief
·         Iwan Santoso
·         Cindy
·         Risky Etnadio

3.       Kesehatan
Koor : Silvia Anggraini
·         Farannisa As’ad
·         Hexes Wianchi
·         Anthi
·         Erna
·         Atika
·         Yasrina
·         Selvi
·         Inayatul Munawaro
·         Cahyani
·         Jella Iranda
·         Risti Indah S

4.       Perlengkapan
Koor : FX Wendy
Anggota:
·         Iman Aji Yansyah
·         Mulla Ali Qori
·         Dedek Suwanda
·         Thio Gunawan Jaya
·         Hendro David GB
·         Rachman Rizky
·         Sandy
·         Mahaesa
·         Risky PJ
·         Abu Malik
·         Dwi Afenia
·         Dapid Canyago
·         Indri

5.       Konsumsi
Koor : Dian
·         Emilia Contesa
·         Indah Putri
·         Mona
·         Dyah Ayu S
·         Merie Santia
·         Yuni Eka
·         Yuni Fitriani
·         Risti Indah Safitri
·         Tio Kurnia
·         Destya Mirza
·         Ina Suci
·         Dewi S
·         Yulanda Maresta
·         Aprili Mazona
·         Annisa Haryati

6.       Medpubdok
Koor : Raden Ajeng Putri Haifa Zahra
Anggota :
·         Tiara Destiana Abe
·         Nia S Wijaya
·         Winda Utami
·         Agus Setiawan
·         Hanip Ridho
·         Iqbal Afghani
·         Qodarudin
·         Adelia Oktarini
·         Indah Sesaria Kirana
·         Putri Asgaf
·         Putri Damayanti Anggraeni
·         Fildya ShInta Esperansa
·         Tri meidayanti
·         Firnando
·         Ivan Kurniawan
·         Badri

Selasa, 01 Desember 2015

World AIDS Day
Setiap tanggal 1 Desember, dunia memperingati hari HIV/AIDS. Peringatan Hari AIDS Sedunia ini dilakukan untuk menarik simpati dan solidaritas  masyarakat dari seluruh dunia agar menghargai jutaan orang yang hidup dengan HIV / AIDS dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak global HIV / AIDS. Selain itu, dengan adanya peringatan hari HIV/AIDS sedunia, mengajak masyarakat untuk berkontribusi baik secara langsung maupun tidak langsung untuk ikut serta dalam upaya penanggulan HIV/AIDS.
Hari AIDS Sedunia pertama kali dicetuskan oleh James W. Bunn dan Thomas Netter, dua pejabat informasi masyarakat untuk Program AIDS Global di Organisasi Kesehatan Sedunia di Geneva, Swiss. Bunn dan Netter menyampaikan ide mereka kepada Dr. Jonathan Mann, Direktur Program AIDS Global (kini dikenal sebagai UNAIDS). Dr. Mann menyukai konsepnya, menyetujuinya, dan sepakat dengan rekomendasi bahwa peringatan pertama Hari AIDS Sedunia akan diselenggarakan pada 1 Desember 1988. Hari HIV/AIDS direkomendasikan pada tanggal 1 Desember dikarenakan tanggal 1 Desember memiliki jarak yang cukup lama setelah pemilu di tahun tersebut sehingga tanggal itu adalah tanggal mati dalam kalender berita dan demikian merupakan waktu yang tepat untuk menjadikannya Hari AIDS Sedunia.
HIV merupakan singkatan dari 'Human Immunodeficiency Virus'. HIV adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan (imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Dengan kata lain, kehadiran virus ini dalam tubuh akan menyebabkan defisiensi (kekurangan) sistem imun. Penularan penyakit HIV/ AIDS dapat terjadi melalui seks, penggunaan jarum suntik, serta dari genetik. Penularan penyakit HIV tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, tetapi penyakit HIV juga menular kepada anak kecil sejak anak tersebut masih dalam kandungan. Penyakit HIV/AIDS menular kepada anak kecil di karenakan orangtua nya menderita HIV/AIDS.
Kontribusi yang dapat kita lakukan adalah dengan melakukan penyuluhan kepada masyarakat terutama pada anak usia remaja, karena anak usia remaja sangat mudah terpengaruh dengan lingkungan sekitarnya. Dan anak usia remaja merupakan bibit kita untuk merubah bangsa ini di kemudian hari. Dengan kita melakukan penyuluhan kepada masyarakat sama saja kita sudah mengurangi angka penderita HIV/AIDS dan lebih utamanya kita sudah mengurangi angka kematian akibat penyakit HIV/AIDS.  
            Tema peringatan Hari AIDS Sedunia tahun ini adalah “Getting to ZERO: Zero New Infections, Zero AIDS related deaths, and Zero Stigma & Discrimination” (Tanpa Infeksi Baru, Tanpa Kematian Karena AIDS, dan Tanpa Stigma dan Diskriminasi). Simbol yang digunakan untuk memperingati Hari AIDS Sedunia ini yaitu pita merah. Warna merah dipilih karena merupakan warna darah, yang melambangkan semangat, dan cinta kasih. Pita merah merupakan simbol untuk menunjukkan kesadaran dan keprihatinan terhadap penderita AIDS dan untuk mengingatkan kepada sesama, bahwa dukungan dan komitmen mereka untuk membantu penderita AIDS sangatlah penting.
Mengingat bahaya dan dampak yang sangat besar dari HIV/AIDS, mari kita tingkatkan pemahaman dan kepedulian terhadap permasalahan HIV dan AIDS, agar kita mampu melindungi diri dari infeksi HIV dan hidup sehat bebas dari penyakit AIDS. Peringatan hari HIV/AIDS Sedunia harus menjadi momentum terbaik  untuk mengingatkan kita supaya lebih berhati-hati agar jangan sampai terjerumus dan malah merugikan diri sendiri dengan ulah dan perbuatan kita. Mencegah penyakit HIV/ AIDS bukan berarti harus menjauhi penderitanya, akan tetapi  menjauhi hal-hal yang menjadi faktor pencetusnya.

Lets Getting to ZERO :
ZERO new HIV Infections
ZERO discrimination
ZERO AIDS-related deaths