Sabtu, 13 Juni 2015



Holaaaaa :)
Selamat datang dan selamat bergabung buat adik-adik Calon Mahasiswa Baru Farmasi Unsri. Yeaayy kawan, akhirnya kita-kita punya adik balu, akhirnya kita jadi kakak juga. Hahaha :D
Well, hari ini aku mau ngepost artikel yang ditulis khusus buat adik-adik tercintaahhh yang akan bergabung dan berjuang dalam kerasnya dunia farmasi. Haha jangan ngeri ya, tapi itu serius :P
Mungkin beberapa dari kalian adalah mahasiswa yang terdampar karena gagal masuk Fakultas pilihan pertama saat mendaftar kuliah. Pada awalnya kamu memilih Fakultas Kedokteran sebagai pilihan pertama, lalu Farmasi sebagai pilihan yang kedua.
Tapi apa daya, keinginan dan harapan seringkali tak pernah sejalan dengan realita yang ada. Ya, kamu lulus tapi dengan pilihan yang kedua yaitu Farmasi. Kamu memasuki Farmasi dengan berat hati, dan dengan penuh janji pada kesempatan berikutnya kamu akan mendaftar lagi di Fakultas Kedokteran. ^haha, exageratting.
Namun sepertinya Tuhan lebih tahu mana yang terbaik bagimu. Tuhan sudah menakdirkanmu untuk menjadi bagian dari dunia farmasi. Kamu adalah satu dari sekian banyak mahasiswa farmasi yang masuk farmasi karena sebuah “kecelakaan”.
Saat pertama kali masuk jurusan ini, banyak bisik-bisik dari sekelilingmu yang mengatakan kalau Farmasi itu susah banget. Bahkan mereka menggunakan orang terpercaya sebagai narasumbernya, seperti:
“Kata kakakku yang dokter, farmasi lebih susah daripada kedokteran lho!”
 “Kata ibuku yang perawat, farmasi lebih susah dari psikologi” (lho apa hubungannya?)
Saat mendengar gosip-gosip tersebut, sedikit banyak kamu merasa takut dan penasaran untuk kuliah di Farmasi.
“Apa iya sih kuliah di Farmasi sesulit itu?”
Walaupun demikian, pada akhirnya kamu pun terus mantap untuk menjadi mahasiswa Farmasi. Tapi setelah menjalani masa-masa perkuliahan, pertanyaanmu tadi tak perlu lagi dijawab. Cukup lihat saja wajahmu sendiri nantinya ;)
Nahh, saat mendengar kata farmasi, mungkin yang langsung terlintas di benak kalian adalah “obat” dan “apotek”. Hal itu juga dialami oleh para mahasiswa Farmasi di awal-awal menjajaki farmasi, dengan berbekal pemahaman dua hal tersebut, mereka memasuki jurusan ini. Berbekal sebuah pemahaman bahwa jurusan ini mengajarkanmu tentang obat-obatan, namun setelah memasuki jurusan ini kamu pun akan menyadari bahwa obat yang dimaksud ternyata tidak sesederhana itu. Mendalami ilmu untuk meracik obat itu ternyata kompleks, seperti terjebak dalam labirin namun sulit sekali untuk menemukan jalan keluar. Butuh perjuangan berat agar bisa menemukan formula obat yang tepat.
Bagi yang tidak mengetahui dunia farmasi seperti apa, mungkin tidak akan pernah bisa membayangkan kehidupan farmasi yang akan saya ceritakan disini. Jadi, saran saya lebih baik anda langsung sit in ikut kuliah di farmasi minimal 1 minggu saja :D
Feel the pharmacy’s atmosphere in your life ! haha :P
Baik, jadi saya akan bercerita tentang bagaimana menjalani hidup di farmasi.
Jika dibandingkan dengan jurusan/fakultas lain, saya pikir Farmasi bisa dimasukkan sebagai fakultas dengan “beban belajar” yang cukup berat. Setiap semester, kita harus menjalani perkuliahan 18-22 sks dengan jumlah matkul rata-rata 10 mata kuliah atau lebih. Bisa dibayangkan kan, satu matkul dihargai berapa sks? Yup, jangan heran. Satu mata kuliah teori di farmasi rata2 berbobot 2 sks saja. Disamping mata kuliah teori, kita juga harus menjalani praktikum dengan bobot hanya 1 sks. Bisa dibayangkan gak, untuk berjam-jam praktikum hanya dihargai dengan 1 sks?
Hahaha, saya pribadi sih merasa fun setiap kali masuk lab, tapi yang berat bukan praktikumnya guys, bukan. Yang berat adalah penyusunan laporannya yang biasanya harus dikumpulkan maksimal H+7 setelah praktikum dilaksanakan. Jangan lupa yaa…ditulis pakai tangan. Tangan sendiri, bukan tangan orang lain wkwkwk.
Siklus hidup yang dialami oleh mahasiswa Farmasi itu hanya berputar di antara laporan dan praktikum. Dan itu terus berlangsung sampai negara api menyerang! WTH? -_-
Seperti roda yang berputar tanpa ujung dan tiada akhir, siklus ini akan terus menemani masa studimu. Laporan kuliah dan praktikum yang hampir setiap hari kamu lakukan, seolah-olah telah membuat hari-harimu sengsara, merenggut senyumanmu, memaksamu menikmati hari-hari panjang nan melelahkan di laboratorium. Kamu pun terpaksa harus menjalani malam panjang yang penuh dengan tugas dan laporan. Ya, begitu terus hingga hari kiamat tiba… Haha lebay -_-
Dan jangan lupa ya, dalam seminggu biasanya ada 3 praktikum, kebanyakan praktikum ada dilantai 2, dan kuliah teori biasanya di basement. (basement? Emangnya toko? Haha). Tiap praktikum pasti ada aja anak-anak yang jogging ringan naik turun tangga dari lantai bawah ke lantai atas. Lemak-lemak dalam tubuh pun terbakar dengan gratis :D
Nahh kalo untuk semester 1, praktikumnya ada 3 yaitu praktikum Farmasetika Dasar 1, praktikum Sistematika Tumbuhan dan praktikum Kimia Farmasi Dasar. Masih umum sihh, kalo sistum praktikumnya kayak praktikum biologi SMA, mengamati ganggang, jamur, tumbuhan dan sejenisnya di bawah mikroskop. Ini praktikum yang paling aman untuk semester 1. Oke selanjutnya kimfardas, kalo yang ini juga materinya masih kayak materi kimia di SMA. Praktikumnya tentang Titrasi sederhana, pembuatan ester buah-buahan, dll. Kalo untuk kimfardas ini yang melelahkan adalah membuat laporannya. Kalian harus membuat laporan awal (sebelum praktikum) dan juga laporan akhir (setelah praktikum). Dan yang terakhir, Farmasetika dasar 1, ini mungkin yang paling susah dibanding kedua praktikum lainnya karena ini  merupakan praktikum berbasis farmasi yang pertama bagi kalian, apalagi buat yang dari SMA, bukan dari SMK Farmasi. Tapi justru praktikum inilah yang paling seru, di jamin deh.. dijamin dapat memacu adrenalin.. Ngeri-ngeri sedapp, haha x.x
Enggak deng, emang beneran fun kok, nanti di praktikum ini kalian bakalan diajarin cara membuat sediaan obat yang sederhana kayak puyer, salep, krim, pasta dan gel. Seperti yang ane tulis di artikel ane yang sebelumnya, anak farmasi emang doyan ke(lab)ing. Bahahaha *rotfl
Saat mahasiswa dari jurusan atau fakultas lain selalu berdo’a untuk  mendapatkan IPK tinggi, anak Farmasi cukup berdoa supaya praktikum berjalan lancar dan gak mecahin alat laboratorium. Hahahaha. Satu do’a sederhana yang selalu kamu panjatkan sebelum praktikum adalah agar praktikummu berlangsung dengan lancar dan tidak memecahkan satu alat pun! Ya, karena memecahkan alat laboratorium ini bisa jadi urusan yang sangat merepotkan.
Mungkin kalau hanya tabung reaksi sih nggak masalah lah ya, tapi kalo alat yang harganya mahal, berkisar dari ratusan ribu bahkan sampai ratusan juta? Belum lagi kamu harus menahan malu karena memberikan tanggungan kepada angkatan untuk membantu membelinya. Parahnya lagi kalau angkatan nggak mau bantu gimana? Mau bayar pakai daun singkong?
Tidak cukup sampai disitu, jangan pernah ngomongin acara ngedate malam minggu deh sama anak Farmasi. Nanti kena timpuk! Wkwkwk. Apa yang biasa dikerjakan anak farmasi di malam minggu? Yak benar, apalagi kalau bukan ngerjain laporan yang berlembar-lembar itu. Anak Farmasi sudah pasti terikat kontrak dengan tugas-tugas dan laporan . Karena itulah waktumu sudah habis untuk melaksanakan tanggung jawab sebagai mahasiswa, dan tak tersisa untuk hal yang lain.
 
Oke kita lanjut ke kuliah teori. Di semester 1 ada kuliah Biologi Sel, Fisika Dasar, Sistematika Tumbuhan, Kimia Organik I, Farmasetika Dasar I, Kalkulus, Kimia Farmasi Dasar dan Bahasa Inggris. Pelajarannya masih sama seperti pelajaran di SMA. Matkul yang asing dan betul-betul baru bagi kalian Cuma Farsetdas dan mungkin juga Kimor. Tapi untuk kimor, dasar-dasarnya sebetulnya sudah diajarkan di SMA. Nahh kalo mata kuliah Farmasetika merupakan mata kuliah dasar di Farmasi dimana seorang Farmasis harus menguasai mata kuliah tersebut. Karena mata kuliah tersebut mempelajari tentang bentuk sediaan obat, perhitungan dosis obat, cara membuat obat, dan juga mempelajari tentang tulisan yang biasa ditulis oleh Dokter diresep. Mahasiswa Farmasi itu memang jodohnya sama obat-obatan. Mereka tak cukup hanya mengenal nama obatnya, tapi juga harus tahu segala tetek-bengeknya. Memang benar mahasiswa Farmasi diharuskan mengenal nama-nama obat. Tapi sayangnya bukan hanya namanya, tapi juga dari mulai mekanisme kerja, tempat kerja, indikasi, sampai efek sampingnya.
Bagi anak Farmasi, obat itu ibarat gebetan. Kamu dan dia harus saling kenal tak cukup hanya nama, tapi juga perlu hobi, makes, mikes, film, tempat nongkrong, warna favorit dan segala tetek-bengeknya!
Nahh sekarang mari kita bicara tentang dosen-dosen di Prodi Farmasi Unsri. Sebagai ketua jurusan ada ibu Dr. Budi Untari, M.Si, Apt. Tapi beliau belum mengajar kalian untuk di tahun pertama. Beliau bertugas untuk mengajar kakak-kakak di Semester atas. Berhubung oh berhubung eke baru mau menginjak semester 3, jadi eke juga belum pernah diajar sama ibu yang satu ini. Well, aku ceritanya tentang dosen-dosen yang ngajar di semester 1 dulu aja lahh ya.
Baiklah, mari kite mulekan. Nahh yang pertama ini adalah dosen yang memenangkan nominasi dosen terfavorit di ajang Pharmaceutical Award 2015, versi aku lahh ya, hahaha :D Beliau adalah Dr. rer. nat. Mardiyanto, M.Si, Apt atau biasa di panggil pak Anto. Beliau ini lulusan S3 Jerman dan sering main salju disana. Haha apalah coba. Perkanalan kami dengan beliau diawali dengan sebuah kalimat yang sangat berkesan, yaitu: “kalo kalian cari dosen yang paling jahat, aku. Tapi kalo kalian cari dosen yang paling baik, aku juga”. Haha kalimatnya kayak sebuah warning ya, tapi nanti dikemudian hari baru kalian akan sadar bahwa yang dikatakanya itu adalah benar. Di semester 1, beliau mengajar mata kuliah Farmasetika Dasar I. Tapi jangan sampai merusak kepercayaannya ya, soalnya di semester-semester selanjutnya kalian akan terus diajari oleh beliau. Sampai sidang pun kalian masih bertemu dengan beliau. Haha :D
Yang kedua ada ibu Nikita Surya, M.Farm, Apt alias ibu Niki. 11-12 lahh dengan Nikita Willy, mungil dan imut. Fyi, baru nikah juga. Pheeewwiitt. Ngajar farsetdas 1 juga, baik, ramah dan murah senyum.
Yang ketiga ada ibu Fitrya, M.Si, Apt atau biasa dipanggil buk Fit. Seperti namanya, dosen yang satu ini sepertinya selalu fit. Beliau mengajar matkul Kimia Organik I. Diksi dan gaya yang dipakainya saat mengajar benar-benar berkelas. Meenn berkelass, sumpahh.
Selanjutnya ibu Indah Solihah, M.Sc, Apt alias ibu Indah. Ngajar Kimor I juga. Manis, baik dan lemah lembut.
Oke lanjut lagi, ada pak Shaum Shiyan, M.Sc, Apt atau biasa dipanggil pak Shaum. Kayak mahasiswa, bukan dosen. Meeennn masihh muda banget soalnya. Ngajar Biologi Sel. Kalo ngasih kuliah Clear banget. Kalah clean n clear mahh :P
Teruss ada ibu Herlina, M.Kes, Apt yang ngajar Kimia Farmasi Dasar.
Untuk mata kuliah lain diajar oleh dosen-dosen dari jurusan lain, nanti kalian bakalan tau sendiri lahh. Capek juga akika ketik panjang-panjang. Udahlah segitu aja dulu ya ceritanya. Maap dah kalo cerita nya rada seram. Yah kan kalo aku ngomong kuliah di Farmasi tuh enaak, kuliahnya santai, itu mahh dosa besar. Tapi jangan ngeri ya, anggap aja ini sebuah tantangan buat kalian semua.
Emang sih kalimat ajaibnya anak farmasi sehari2nya itu "aku capek, aku pengen berhenti aja :(, ish sumpah aku capek kuliah di sini" ya gitu aja terus ngomongnya tapi tetap aja bertahan. Hahaha :D

Well, di balik getir getir pahit cerita duka gundah gulana menjalani kehidupan sebagai mahasiswa Farmasi, kamu akan menyadari bahwa jurusan ini keren. Kamu sadar bahwa kamu nggak pernah salah memilih kuliah di Farmasi!

Meski pada awalnya kamu merasa bahwa kamu adalah mahasiswa yang salah jurusan, meski pandangan orang terhadapmu sering salah, meski kehidupan kuliah tak mudah, dan meskipun segala bebanmu begitu berat, kamu tetap akan merasa beruntung bisa masuk jurusan ini.

Ternyata inilah jurusan keren yang selama ini kamu cari-cari. Kenapa? Karena Farmasi itu ilmunya aplikatif, tak hanya teori tapi juga bisa dipraktekkan langsung. Kamu bisa meracik obat sendiri, kamu bisa memformulasi sediaan dan juga mengeluarkan ide-ide brilian kamu terkait pengobatan. Jurusan ini akan mendidikmu menjadi seorang ahli obat, tak ada yang lebih tahu tentang obat dari pada kamu. Dibalik suka dukanya, kamu bersyukur karena kamu bisa tergabung dalam sebuah pekerjaan yang mulia. Dengan tangan dan kepiawaianmu, kamu bisa menyelamatkan banyak nyawa secara tidak langsung.
Bisa dibayangkan, bagaimana kehidupan ini tanpa adanya seorang farmasis? Siapa lagi yang bisa meracik obat untuk kepentingan kesehatan manusia-manusia di muka bumi ini? Singkatnya, Farmasi itu keren! Kerennssz beuudd. Haha.
Terus hebatnya lagi nih ya, anak farmasi bisa nyatuin air dan minyak. padahal setau kita kan cinta mereka berdua gak sekuat cinta kita *eh -_-" tapi emang iya lho, kita bisa satuin air dan minyak hebatkannn !!!!! haha apa sih aku ini. Pokoknya gitu dahh, gak ada habisnya kalo bahas farmasi.
Well, tetap bangga pada Farmasi. Jurusan ini keren dan kamu nggak pernah salah masuk Jurusan Farmasi! Selamat datang di Kelurga Besar Farmasi Unsri. Selamat bergabung dan selamat berjuang! Go Ahead !!
PROUD TO BE PHARMACIST!

Rabu, 27 Mei 2015


Minggu lalu baru saja diselenggarakan kegiatan Bakti Farmasi di Desa Purnajaya, Indralaya Utara, Ogan Ilir oleh Himpunan Keluarga Mahasiswa Farmasi Universitas Sriwijaya. Kegiatan ini  berlangsung dari 13-15 Mei 2015. Lokasi kegiatan terpusat di Dusun 2 dan Dusun 3 dimana rumah Kepala Desa Purnajaya, Ibu Rusmaihana terletak di Dusun 2. Kegiatan bertema “Melangkah untuk Desa yang Lebih Sehat” terdiri dari rangkaian acara antara lain Home Visit, Pembersihan Desa, Pasar Murah, Cek Kesehatan, Games Keakraban, Nonton Film Inspiratif dan Mengajar serta Perkenalan Profesi Apoteker. Bakti Farmasi ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi antar warga Desa Purnajaya dan mahasiswa/i Farmasi Universitas Sriwijaya serta berbakti sosial dan berbagi kasih antar sesama.
Berbagai persiapan pun dilakukan demi suksesnya acara ini. Rabu sore, seluruh mahasiswa yang berpartisipasi berangkat menuju Desa Purnajaya menggunakan truk dan sepeda motor. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 30 menit. Semuanya langsung menuju Dusun 2 tempat kediaman ibu Kades. Sesampainya disana, antusiasme dan sambutan warga cukup meriah. Semua warga berkumpul di kediaman ibu Kades demi menyambut kedatangan kami. Setelah meletakkan seluruh peralatan yang kami bawa untuk keperluan 3 hari kedepan, kami pun bersiap melakukan kegiatan yang pertama, yakni Home Visit. Dengan pembagian yang telah ditetapkan, sebagian mengunjungi Dusun 1 dan 2 sementara sisanya mengunjungi Dusun 3. Home Visit bertujuan menjalin silaturahmi dan mengakrabkan diri dengan warga sekitar. Di Dusun 1 dan 2, jarak antar rumah tidak begitu berjauhan sedangkan di Dusun 3, jarak antar rumah warga cukup jauh. Setelah melakukan Home Visit, kami pun membersihkan diri dan beristirahat sembari mempersiapkan untuk kegiatan esok hari.
Kamis pagi, seluruh anak-anak Dusun 1 dan 2 telah berkumpul untuk senam bersama mahasiswa Unsri menyambut indahnya pagi. Kegiatan hari ini adalah Pembersihan Desa dimana untuk Dusun 1 dan 2 dipusatkan di balai desa dan sekitarnya sedangkan Dusun 3 dipusatkan di masjid dan sekitarnya. Dengan pembagian yang telah ditetapkan, kami pun bersiap menuju lokasi pembersihan. Sampah-sampah berserakan dibersihkan, got-got dibersihkan dari sampah agar alirannya lancar, rumput-rumput tinggi ditebas agar tidak menghalangi jalan. Dibuatlah TOGA didekat balai desa agar kelak bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar. Pembersihan Desa pun selesai, dilanjutkan dengan Pasar Murah yang menjual sembako murah nan terjangkau dengan beragam paket yang ditawarkan serta menjual pakaian layak pakai yang juga terjangkau. Warga begitu semangat, terutama ibu-ibu begitu antusias. Siang hari, dilakukan Cek Kesehatan meliputi cek berat badan, tinggi badan, tekanan darah, gula darah, golongan darah dan asam urat. Cek Kesehatan ini juga dilakukan di dua tempat. Jarak Dusun 2 dan Dusun 3 yang cukup jauh tidak menyurutkan semangat kami untuk melakukan Cek Kesehatan untuk warga desa. Sembari mengantri, kami membagikan pamflet kesehatan berupa pengenalan dan pencegahan akan penyakit yang banyak diderita warga sekitar, yakni reumatik dan DBD.
Sore harinya, diadakan Games Keakraban di Dusun 2 yaitu joget balon, terkhusus untuk anak-anak dan remaja. Games berlangsung riuh dan meriah. Kegiatan malam hari yakni Nonton Bareng Film Inspiratif, dua film pendek ditayangkan yaitu Oemar Bakri dan Aku Ingin Sekolah, karya komunitas Videografi Unsri. Kedua film tersebut benar-benar menginspirasi anak-anak Desa Purnajaya untuk semangat bersekolah, mengejar cita-cita. Hari itu bertepatan dengan ulang tahun Ibu Kades yang ke 44 tahun. Kami bersama warga desa merayakan dengan meriah sebagai ucapan terima kasih karena telah disambut dengan baik.
Hari jumat, 15 Mei 2015, kami melaksanakan kegiatan terakhir kami yakni Mengajar dan Pengenalan Profesi Apoteker di PAUD Puspita dan SDN 04 Indralaya Utara. Konsep mengajar dan pengenalan profesi apoteker yang berbeda disesuaikan dengan tingkat dan kemampuan siswa.  Siswa PAUD diajak mewarnai bersama, bernyanyi ria, bermain origami dan membuat cemilan. Untuk siswa SD, kelas 1 dan 2, profesi apoteker dikenalkan melalui tebak gambar berhubungan dengan kefamasian. Kelas 3 dan 4, pengenalan profesi apoteker disampaikan melalui drama sederhana, membedakan profesi apoteker dengan profesi lain. Untuk kelas 5, pengenalan profesi apoteker disampaikan secara aplikatif dimana mereka diajarkan apa saja yang biasa apoteker lakukan seperti menggerus obat, melipat perkamen, dan  mengisi cangkang kapsul. Siswa kelas 5 juga dikenalkan mengenai farmasi secara sederhana, mencakup  ruang lingkup ilmu farmasi seperti menyebutkan obat-obatan yang biasa digunakan, pengenalan penyakit dan obatnya, pelajaran yang berhubungan dengan farmasi, dsb. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan penyampaian materi, diadakan lomba melipat perkamen dan mengisi cangkang kapsul untuk siswa kelas 5. Dilakukan pula penobatan Maskot Apoteker Cilik dengan menilai aktivitas siswa selama penyampaian materi, bagaimana ia  bisa memahami apa itu apoteker dan mampu menerapkannya. Melalui lomba tersebut diajarkan bahwa apoteker harus berkerja cepat dan tepat namun tetap memperhatikan ketelitian dan kebersihan. Terpilihlah Wahyu sebagai Apoteker Cilik Universitas Sriwijaya. Setelah berfoto bersama kami pun pamit kembali ke Dusun 2.

Hari itu juga seluruh rangkaian kegiatan Bakti Farmasi HKMF Universitas Sriwijaya selesai. Kami pun packing, pembersihan dan merapikan kembali peralatan yang digunakan selama di Desa Purnajaya untuk dibawa pulang. Setelah semua beres dan siap, kami pun berpamitan dengan seluruh warga dan ibu Kades. Irvan Osaka, selaku ketua pelaksana menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga Desa Purnajaya atas apresiasi dan sambutan yang luar biasa terhadap mahasiswa/i Unsri. Harapan selanjutnya semoga kegiatan sosial seperti ini bisa dilaksanakan kembali, lebih baik dan tentunya bermanfaat bagi yang membutuhkan (at).


 Kegiatan Mengajar di PAUD Puspita


 Pengenalan Profesi Apoteker di SDN 04 Indralaya Utara


 Antusiasme siswa melihat proses menggerus serbuk


 Penobatan Maskot Apoteker Cilik oleh Bupati HKMF


 Pembersihan desa : Lahan pembuatan TOGA


Cek Kesehatan Gratis


 Pasar Murah



 Kegiatan Senam Pagi



Nonton Bareng Film Inspiratif

Senin, 25 Mei 2015


Hallo calon-calon mahasiswa baru Farmasi Universitas Sriwijaya 2015, selamat telah berhasil melewati tahap awal seleksi penerimaan mahasiswa baru
Silahkan add official akun kami untuk info selanjutnya mengenai pendaftaran calon mahasiswa/i baru 😊
Twitter : @HKMFunsri @FarmasiEvent
Instagram : HKMFunsri
Path : HKMF unsri
Blog : http://hkmfunsri.blogspot.com





Berikut tanggal-tanggal penting yang harus diingat dan dicatat oleh kalian yaa.
Update terus info terbaru mengenai Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Sriwijaya di
web unsri.ac.id
Follow twitter @mabaunsri_2015 dan official akun farmasi tentunya.
Selamat bergabung. Viva La Pharmacie!

Setelah menerbitkan cerita kehidupan mahasiswa farmasi part I, alhamdulilah penulis berkesempatan menerbitkan pengalaman penulis kembali dalam part kedua. Semoga ceritanya menarik dan sarat akan pengalaman yang bisa diambil oleh pembaca, khususnya teman-teman sesama kolega mahasiswa farmasi yang masih berkutat dikampus saat ini.
Cerita ini merupakan kelanjutan dari cerita sebelumnya, dimana diambil dari pengalaman penulis sendiri saat kuliah di farmasi UNSRI, khususnya pengamatan penulis di teman-teman angkatan 2012 pastinya. Penulis bakal cerita kehidupan penulis dari semester ketiga dan keempat. Semester ketiga dan keempat adalah masa-masa sulit bagi mahasiswa farmasi, khususnya bagi mahasiswa farmasi UNSRI. Semester ketiga adalah ibarat kita akan mendaki gunung di langkah awal. Sedangkan, semester keempat adalah masa dimana kita telah mendaki gunung ditengah-tengah perjalanan. Kadang, disemester keempatlah akan diuji seberapa mampu kita bertahan difarmasi. Apakah kita melesat maju atau melesat mundur. Ibarat dalam perjalanan pendakian sebuah gunung, apakah bisa bertahan atau tidak.
Bicara masalah perkuliahan disemester ketiga , masih seperti semester sebelumnya, tetapi lebih diarahkan ke bidang farmasi. Karena masih bergabung dengan fakultas MIPA dan belum merupakan fakultas farmasi, kuliah farmasi UNSRI disemester ketiga masih diajarkan mata kuliah yang berhubungan dengan MIPA, diantaranya parasitologi, kromatografi, dan sebagainya. Selain itu, mata kuliah bidang farmasi yang didapatkan disemester ketiga diantaranya berupa farmakologi part 1, teknologi farmasi part 1 (sediaan cair), analisa farmasi kualitatif, biokimia 1, farmasi fisika 2 dan sebagainya. Untuk jumlah praktikum, terdapat 4 buah praktikum yang harus dijalani disemester ketiga ini. Sama seperti semester kedua yang berjumlah 4 buah praktikum. Semua praktikumnya awalnya terasa berat, namun setelah dijalani semua akan terasa mudah dan indah karena kita tidak sendiri dalam menjalani hal tersebut. Ada teman-teman yang juga sama-sama berjuang melewati itu semua bersama kita.   Mata kuliah farmakologi 1 adalah mata kuliah yang butuh hafalan yang super kuat, karena tanpa adanya modal itu akan sulit dalam menjalani perkuliahan ini. Penulis adalah orang yang tidak kuat menghafal, jadi ya nilai yang keluar biasa-biasa saja,, hahaha Makanya, banyak teman-teman yang IP nya jatuh karena matakuliah ini. Materinya banyak, obat-obatnya banyak, jenisnya banyak, ya wajar saja kalo banyak yang jatuh dimata kuliah ini, termasuk penulis sendiri. Maklum kapasitas otak sudah lelah kali ya, hahaha. Tips dari penulis kalo menghadapi kuliah ini apalagi mendekati ujian ini, baiknya hafalannya dilakukan 1 minggu sebelum ujian, jangan pernah H-1 atau SKS (sistem kebut semalam) ya...
Lanjut cerita ke mata kuliah analisa farmasi kualitatif. Biasanya kuliah ini berhubungan dengan menebak senyawa dalam suatu zat dengan berbagai metode tertentu serta melihat ciri khusus dari senyawa tersebut yang tidak dimiliki oleh senyawa lain. Kualitatif kalo ibaratnya seperti menebak sesuatu , istilahnya seperti seorang dukun,, hahaha tetapi menebak dengan ketepatan analisis yang sesuai serta berdasarkan akurasi dan presisi sehingga penebakannya bisa tepat dan sesuai. Praktikum ini juga hanya menebak senyawa dalam suatu zat , dengan mengandalkan reagen-reagen yang sesuai dengan ciri khusus senyawa tersebut. Dalam praktikum ini juga, banyak teman-teman penulis yang salah dalam menebak. Makanya, buat kalian mesti hati-hati sebelum memutuskan sesuatu ya. Ibarat mencari jodoh, pasti semuanya mencari yang terbaik .. hehehe
Beralih ke mata kuliah teknologi farmasi jilid 1, yakni sediaan cair. Kuliah teknologi farmasi terdiri dari 3 jilid, yakni sediaan cair-semisolid, sediaan padat, dan sediaan steril. Kuliah ini akan diajarkan bagaimana teknologi dalam pembuatan sediaan cair di dunia farmasi sebetulnya secara garis besar, baik dari bahan mentah hingga menjadi suatu produk farmasi yang bernilai jual tinggi , berkualitas namun tidak meninggalkan segi efek terapi yang ditimbulkan pada sediaan yang dibuat. Dalam kuliah ini sebetulnya yang dilihat adalah bagaimana ide kita dalam mengembangkan produk yang dibuat, berdasarkan kestabilannya, efikasinya serta akseptabilitasnya terhadap pasien. Untuk matakuliah lainnya disemester tiga berjalan seperti biasa saja dan tidak bisa disebutkan satu per satu. Hehehe..
Bicara masalah kuliah disemester tiga, tentunya banyak pengalaman dan cerita menarik yang telah dilalui , baik suka maupun duka. Semua itu dilalui bersama teman-teman yang ada didekat kita. Masalah sahabat, percintaan dan kehidupan sehari-hari pun selalu menjadi kenangan menarik. Saat disemester ketiga inilah, penulis melihat kesibukan diantara mahasiswa farmasi, khususnya angkatan penulis yakni farmasi 2012. Masih berkutat dengan laporan, tugas, dan pre test yang selalu melanda ... hihihi kalo dilihat-lihat, mungkin kantung mata mahasiswa farmasi banyak yang turun beberapa senti dan tampak garis bawah mata tambah hitam. Maklum saja, akibat efek begadang tiap malam ngerjain laporan (mudah-mudahan begitu, hehehe). 4 buah praktikum disemester 3 mampu memudarkan warna putih kemilau jas lab (apalah coba). Maklum saja, kalo jas lab nya cuma 1 ya wajar. Hampir tiap hari dipakai dan hanya 1. Salah satu yang membuat jas lab kita kotor sebagian besar akibat cairan , mungkin dalam hal ini reagen yang berwarna. Mungkin reagennya mau melukis di kanvas putih jas lab kita kali ya. hihihi
Cerita menarik lainnya yang penulis temui adalah teman yang dulunya belum begitu dekat sekarang menjadi teman akrab. Tapi, ada juga teman yang dulunya akrab sekarang malah menjauh.. hehehe Ada lagi banyak teman-teman yang membuat semacam kelompok kecil (istilahnya geng-gengan) yang kadang memberi dampak positif dan kadang negatif. Terkadang ada yang hanya bergaul dengan kelompok mereka saja tanpa menghiraukan orang lain. Baiknya hal ini jangan ditiru ya, teman. Sesama mahasiswa farmasi kan saudara, gak baik membedakan teman yang satu dengan teman yang lainnya. Maklum saja, semester ketiga memang belum bisa mengenal satu sama lain dan belum bisa saling mengerti satu sama lain.Hidup kan butuh proses, ya mas bro , mbak bro..
Bicara masalah asmara ( istilahnya cinta), ya datar-datar aja. Penulis nggak terlalu memperhatikan masalah yang satu ini. Sejauh pengamatan penulis, antar sesama mahasiswa farmasi yang masih pacaran ya masih lancar-lancar aja. Tapi,udah ada yang putus kok, mungkin karena nggak cocok atau mungkin juga karena LDR, karena pacarnya pindah jurusan,, hehehe.. Cuma ini aja yang penulis tahu mengenai masalah pacaran antar sesama mahasiwa farmasi di angkatan penulis. Mungkin sisa nya bisa pembaca tambahkan sendiri.
            Lanjut aja deh cerita ke semester empat. Semester empat ini kalo menurut penulis adalah semester yang paling banyak menguras hati dan pikiran. Lima praktikum harus dijalani pada semester ini. Bayangkan gimana rasanya tiap hari ngelab. Belum lagi harus nyiapan pretest dan laporan sebelum dimulai praktikum. Kuliah disemester empat sebetulnya waktu itu Cuma 19 sks, tapi ada gandengan praktikumnya yang bikin semester ini terasa berat. Ibaratnya semester ini adalah awal puncak dari perkuliahan di farmasi. Hihihi....
            Matakuliah disemester empat ini terdiri dari kimia medisinal, kimia bahan makanan, farmakognosi, analisa farmasi kuantitatif, teknologi farmasi padat, biokimia klinik serta farmakologi 2. Semua mata kuliah tersebut merupakan bagian dari masing-masing kuliah keahlian berupa farmasi bahan alam, kimia farmasi analisa, teknologi farmasi serta farmasi klinik. Semua bidang keahlian tersebut harus dilalui oleh mahasiwa farmasi di UNSRI karena saat ini belum ada penjurusan yang lebih spesifik untuk mahasiswa sendiri. Maklum saja, karena farmasi UNSRI masih terbilang baru dan dalam tahap berkembang.
            Saran dari penulis kalo disemester empat ini mending siapin lebih dari 1 jas lab. Soalnya jas lab dipake hampir tiap hari. Kebayangkan kalo jas lab nya cuma 1. Kalo bisa dijaga kebersihannya, gak apa apa kok jas labnya 1 aja, penulis juga Cuma punya 1 jab lab yang setia. Hihihi. Apalagi kalo lagi praktikum analisa kuantitatif. Kebanyakan noda jas lab disebabkan karena tumpahan reagen – reagen yang nggak sengaja tumpah di jas lab kita. Ini bisa jadi bukti kalo kita betul-betul ngejalanin praktikum dengan baik dan sungguh –sungguh. Aneh juga kalo jas lab nya masih putih bersih nggak ada noda bercak sekalipun.. Patut dipertanyakan itu,, hehehe
            Penulis mau review dikit nih mengenai kuliah kuliah yang ada disemester empat. Matakuliah farmakognosi lebih diajarkan bagaimana pemanfaatan tumbuhan ataupun bahan alam sebagai bahan untuk obat, praktikumnya sendiri akan dikenalkan dan dekat dengan simplisia. Kalo mata kuliah teknologi farmasi padat lebih di tekankan pada pembuatan sediaan padat dan bagaimana teknologi pembuatannya. Praktikum nya juga lebih kepada pembuatan produk farmasi berbasis kreativitas dan sesuai prosedur. Mata kuliah farmakologi 2  adalah kelanjutan dari farmakologi 1. Mata kuliah analisa farmasi kuantitatif diajarkan bagaimana mengetahui kadar zat yang terdapat dalam suatu sampel dengan menggunakan perhitungan dan prosedur yang sesuai, biasanya dalam praktikumnya lebih ditekankan menggunakan prinsip titrasi ( walaupun agak jadul, ya tetap bermanfaat). Biokimia klinik lebih diarahkan pada bidang klinik. Mata kuliah kimia medisinal adalah mata kuliah yang mengajarkan bagaimana hubungan antara struktur dan aktivitas, atau istilahnya HKSA/QSAR kalo dalam bahasa inggris. Mata kuliah ini penting karena menjadi dasar dalam penemuan suatu senyawa obat yang berkhasiat. Pemodelan HKSA dengan metode docking secara lebih lanjut akan lebih didalami dalam mata kuliah komputasi, sebagai lanjutan dari kimia medisinal
            Oh ya penulis belum cerita bagaimana laboratorium di farmasi UNSRI. Sampai saat ini, laboratorium di farmasi UNSRI masih dalam proses pengembangan. Sehingga harap dimaklumi jika dalam 1 ruang bisa terdiri dari 2 jenis lab yang berbeda. Hal ini wajar saja dengan latar belakang berdirinya farmasi UNSRI yang terbilang cukup baru. Tetapi, proses pelaksaan praktikum bisa berjalan dengan baik meskipun dalam kondisi seperti saat ini.
            Hal yang paling penulis ingat disemester empat itu adalah kebanyakan begadangnya gara-gara deadline ngerjain laporan. Maklum saja, kalo ngerjain sesuatu H-1 itu rasanya lebih greget dan ide-ide nya itu datang dengan lancar. Hehehe tapi kalo kita bisa nyicil laporan saat waktu senggang, kenapa tidak. Untungnya kan bisa kita rasakan sendiri nanti. Terus lagi masalah cinta. Agak rumit kalo cerita tentang hal ini. Kalo menurut pandangan penulis berdasarkan pengalaman penulis saat melihat kejadian disemester 4, cinta bisa membuat persahabatan menjadi pecah dan menimbulkan perselisihan, yang awalnya menjadi sahabat bisa menjadi musuh. Ya, kalo saran penulis cinta yang berlebihan itu tidak baik, apalagi dengan sesama manusia. Cinta yang paling utama itu adalah cinta kepada Tuhan, lalu cinta kepada kedua orang tua dan yang paling bontot adalah cinta kepada sesama manusia. Hehehe

            Cuma ini yang bisa penulis bagikan mengenai cerita pengalaman penulis di semester ketiga dan empat. Semoga bisa menjadi hiburan bagi pembaca dan bisa diambil hikmah dari tiap kejadian,, hehehe,, ambil yang baiknya dan buang yang buruknya ya. Sekian. Sampai bertemu di cerita lainnya.

Jumat, 01 Mei 2015

Ketupel : Mulla Ali Qori
Waketupel : Rachman
Sekretaris : Putri Agusti Asgaf
Bendahara : Eka Novianti

Seksi Acara
Koor : Endang Putria Sukma
Anggota : Yovia
Elan
Hendro david
Diva yulanri
Syabrina cahya
Asfa
Tirah
Oon
Mutia
Disa Akmariana
Adella amalia
Adnan
Resky saputra

Seksi Humpubdok
Koor : Alhikma Tiara
Anggota : erin shabrina
Tiara d. Abee
Mellisa
Nurul baiti
Ivan kurniawan
Putri damayanti
Arina manasikana
Raden ajeng
Ranna
Adelia oktarini

Seksi Perlengkapan
Koor : Tio Kurnia
Anggota : abu malik
Iman aji
Irvanosaka afren
Fx wendy
Achmad ridho
Dwi purnama sari
Aprili mazona
Fildya shinta
Annisa haryati
Agustin mayang
Devi martita
Evi

Seksi Konsumsi
Koor : Sonia Dea Octalia
Anggota : intan novitri
Rahmayanti kamilyah
Khairunnisa
Risti indah
Yuni fitriyani
Deli agustina
Wena amelia
Yuni eka sari
Vephie
Riska
Ditria

Seksi P3K
Koor : Septi Dika Damayanti
Anggota : iin sholiha
Eka windiasfira
Rosmiyati harahap
Masayu
Eka anugrah
Homsiah agustina
Zahrul mawaddah
Hertia aslamia
Dyah ayu setyarini
Merie santia
Silvia anggraini

Senin, 13 April 2015

Sebenarnya saya masih belum punya banyak ide untuk menulis tentang dunia farmasi, Well, Sebut saja (Mawar) ini penafsiran subjektif sekaligus naif dari seorang mahasiswi farmasi tingkat awal.
Sebagai seorang yang hidup santai-santai dan lazy-born a.k.a malas bawaan lahir *alasan, masuk ke jurusan farmasi adalah sebuah gambling. Pertaruhan penuh resiko. Kecuali kalo kamu mau berubah, kamu gak mungkin lulus, kecuali dengan belas kasihan jika dan hanya jika dosen farmasi memang berbelas kasih. LOL -_-
Jadi gini ceritanya.
Somehow, aku tersesat (dan tak tau arah jalan pulang, aku tanpamu butiran debu) masuk ke jurusan Farmasi di satu-satunya perguruan tinggi negeri di Sumatera Selatan. Udah tau lah ya. Iya yang lambang nya bunga warna kuning itu. Ekekeke :D

Sekilas berita aja ya, gak pernah sekalipun terlintas dalam 17 tahun hidupku, untuk kuliah di farmasi. Dalam bayangan aku ya, farmasi tuh tempatnya mbak-mbak rajin menuntut ilmu, melewati hari ditemani lapisan buku dan praktikum. *bentar, eh iya apa yak? Perasaan aku gak pernah mikirin jurusan ini bahkan -> no offense, sebenernya emang aku jarang mikirin hidupku sendiri ahahaha.
Intinya, aku pikir farmasi itu sesuatu(gak-gue)banget lah.
Tapi di detik-detik terakhir hidupku, Tuhan mengarahkan aku ke arah farmasi.
Kenapa farmasi? Ya pokoknya waktu itu aku daftar-daftar aja kan, dan berhubung aku gak suka fisika, pilihan pertama langsung farmasi yang gue pikir PHYSICS-FREE lah ya. (Yahh itu mahh pemikiran tempo doeloe, karena sekarang aku tengah dibombardir dengan pelajaran Farmasi Fisika yang kapasitas aku menguasainya adalah limit mendekati nol). X_X
Dan, setelah aku sadari kalo aku bakal stay di farmasi EMPAT tahun kira-kira (Kalo lulus tepat waktu, tolong amin-kan ya pemirsa) dan since farmasi itu keprofesian (berarti bakal seumur hidup aku jalani) -> nangis bombay. Meennn, hidup gue, masa muda gue…
Anyhow, ceritanya beberapa bulan sebelum hari pertama masuk kuliah, aku coba research tentang farmasi gitu deh. Siapa tahu banyak pengalaman menarik yang bikin aku ceria menghadapi hidup. Dan bisa berpikir bahwa FARMASI gak seburuk itu.
Ternyataa…
Yang ditulisin orang-orang itu cerita duka gundah gulana mahasiswa farmasi yang layak dimuat di oh mama oh papa, yang ada tuh ya wejangan-wejangan tolak bala supaya terhindar dari masuk farmasi.
Fakta-fakta anak farmasi kayak doyan ke(lab)ing, miskin kaum pria, gak ada waktu luang, dan lain-lain[sensored].
Gee, apa salahku(kau buat begini, tak ada sedikitpun niatmu tuk serius kepadaku)? *Nangis bombay lagi.
Oke ini lebay, just leave it -_-
Tapi begitulah keterpurukan hidupku di awal-awal menjajaki farmasi.
Nah ceritanya lagi ya, aku pengen ngerasain masuk farmasi ‘beneran’, jadi ntar aku bisa komentar secara ‘beneran’ juga. Biar kalau ada anak galau masuk farmasi, aku  bisa menghibur dia dan menguatkan dia, “Nak, kamu masih bisa tetap hidup kok di farmasi. Apa? Bakalan di lab terus? Oh nggak kok, masih bisa tidur kira-kira 4-5  jam sehari lah. Makan? Ah 2 hari gak makan masih bisa hidup kan…”
^haha. exaggerating.
Begitulah saudara-saudara. Nah berhubung oh berhubung aku udah mencapai semester kedua, logikanya secara mental aku udah siap mendefenisikan apa dan bagaimana menjadi mahasiswa farmasi -versi aku lahh ya.
Haha…
Nah ceritanya aku mau melawan stereotip masyarakat a.k.a veteran mahasiswa farmasi yang nggak menganjurkan masuk farmasi. Tapi aku juga masih rada gak ikhlas gimana gitu kalo nulis ayo masuk farmasi karena masih gak ngerti logika orang normal yang beneran pengen banget masuk farmasi dalam keadaan sadarnya. Seriosly WHY?
Haha tapi jangan diambil serius ya karena aku juga mikir hal yang sama buat jurusan kayak teknik kimia, teknik industri and so on. Maksud gue, teknik kimia gitu, terus bedanya apa sama kimia dan bahkan pelajarannya jauuhhhhhh lebih susah. Tapi kan tetep kimia.
Sebagai simple minded, gua pikir pekerjaan tanpa spesifikasi dan nanggung kayak gitu, membingungkan. Bikin gue pengen nanya, TERUS ngapain?
~yaa OUT of topic deh…
Kembali ke persoalan farmasi.
Farmasi gak ada hapalan itu dusta besar. Farmasi gak ada lab dan praktikum? Itu mahh cuma kuliah di sinetron Indonesia yang notabene gak-pernah-diliatin-kuliah-dan-cuma-hurahura-aja.
Tapi hidup emang penuh perjuangan kan?
Jadi dokter, masuk fk juga gak gampang. Kuliah di teknik juga susah. Kuliah di seni, sosial, sastra, meeen semua sama aja beratnya. Manusia harus berusaha keras untuk mencapai taraf hidup lebih baik (btw taraf hidup gak meliputi harta aja loh yaa).
Nah itu penjelasan dari aku -> ya maap dah kalo gak memuaskan.
Haha, faktanya selama kamu enjoy, kamu bakalan baik-baik aja. Hidup di farmasi emang hectic, tapi gak menutup kemungkinan buat bergerak secara aktif (kok kayak iklan pembalut yakk). Banyak anak farmasi di kampus yang jago mengatur waktu dan seimbang antara akademik dan kegiatan eksternalnya(tapi bukan aku, unfortunately). 
Saya pribadi, walaupun sempat mengutuk keberadaan di farmasi, ternyata akhirnya suka juga sama Farmasi. Menurutku adalah keajaiban apa yang diciptakan Tuhan dalam bentuk interaksi kimia senyawa dan sel tubuh kita. Aku pribadi sih mikirnya, aku belajar sesuatu yang nyata, sesuatu yang terlibat dan benar-benar ada dalam pergerakan hidup kita. Seolah-olah diajarkan mengenai rahasia-rahasia kehidupan yang selama ini seakan disembunyikan dariku.
Well, emang bener banyak temen-temen juga ngeluh. Tapi pikirin deh, Ketika hapalan obat susah mampus, pikirin bahwa kita gak cuma belajar buat diri kita sendiri, tapi juga buat orang-orang yang kelak membutuhkan racikan obat dari kita, atau bahkan sekedar butuh konsultasi kesehatan.
Ya itu kan sangat mulia. Pheewiit.
Lanjut. Btw, keluhan aku juga nih, farmasi emang seret cowok. Sumpah, kuliah berasa arisan ibu-ibu(tapi aku juga ikut nimbrung sihh ehehe). aku juga bingung sih, kenapa cowok gak mau masuk farmasi sih. Menurutku nih ya kualifikasi logika kefarmasian cocok aja buat cowok. Apa karena farmasi banyak hapalan, rempong kali ya jeng buat kaum pria.
Tapi gak akhir dunia sih, sama aja kan kayak teknik yang miskin wanita. Bisa subsidi silang lah ya, hahaha.
Berhubung aku masih semester dua, jadi aku gak terlalu tahu sih soal gaji, tapi emang masyarakat mikirnya apoteker tuh kayak asisten dokter, jadi eksistensinya di rumah sakit gak signifikan. Berhubung gaji membuntuti eksistensi ya jadinya sih farmasi gajinya biasa aja. Ada yang bilang gak sebanding sama kuliahnya.
Kembali (ceramah) lagi deh, balik ke niat juga kan. Lagian sekarang gencar kok meningkatkan peran apoteker di rumah sakit, buat kontrol malpraktek juga. Menurut aku kesananya eksistensi apoteker bakal meningkat. Terus aku pernah denger juga, “Gak pada tempatnya farmasis mengharapkan gaji gede di rumah sakit, karena itu lahannya dokter. Kalo mau gaji gede ya kerja di industri, itu baru lahannya farmasis.”
Hmm, makes sense sih menurutku.
Sekarang, aku emang ga ngerti lagi cara mengatur hidup. Kamar berantakan, kapal pecah bener-bener secara definitif karena aku stress dengan keteraturan dan hanya ingin membiarkannya berantakan. Jam biologisku berubah. Aku berubah, jadi power ranger, nggak lah ya,  jadi makhluk nokturnal maksud nya. Makan gak teratur, yang ironis karena menurut pandanganku, kita yang mahasiswa kesehatan malah bikin jadi gak sehat.
Tapi aku bahagia kok. Karena aku tengah melalui hidup penuh perjuangan yang gak dialami sama semua orang. Karena aku berkesempatan mencicipi kehidupan penuh tantangan, penuh perang pemikiran.
Karena sejauh ini (nggak jauh-jauh banget sihh, baru berapa bulan doang -_-)  aku bisa bertahan dalam kehidupan sebagai mahasiswa farmasi.
Ah… (capek juga ya ngetik panjang-panjang). Pesan moral pada akhirnya adalah bersyukur. Btw, buat temen-temen yang emang beneran pengen banget jadi dokter gak papa, keep going aja, ikut tes lagi tahun ini. Kalo itu memang bener-bener tujuan hidup kalian, rengkuh. Raih. Gapai. ~jangan menyerah- D massive
Kalo aku sih, udah bahagia disini, kuliah di farmasi. Gak papa kok kuliah di farmasi, aku rapopo, beneran sumpah lah. Yaa buktinya banyak juga kan yang mau masuk tiap tahunnya, secara jadi apoteker kan mapan haha <- sendirinya niat gak bener.
Being a pharmascist is fun indeed. Mahasiswa kesehatan emang gak terlepas dari menyelamatkan kehidupan, entah itu dokter, apoteker, suster, atau apapun yaaa kan cuma beda spesifikasinya aja.
Ebuset, aku curcol nya kebanyakan yak (ini mah gak colongan lagi tapi berniatan). Haha :D
*N d last, Buat yang mau lulus SMA semangat yow

      

Beberapa hari yang lalu Universitas Sriwijaya menjadi tuan rumah penyelenggara rangkaian kegiatan LKMMF II ISMAFARSI Sumatera II. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang secara rutin diadakan setiap tahunnya oleh ISMAFARSI dengan tujuan menciptakan kader yang bertanggung jawab, berkepribadian, dan mempunyai jiwa kepemimpinan yang profesional dan berintelektual tinggi serta peduli terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kefarmasian. Selain itu juga bertujuan untuk mengembangkan wawasan mahasiswa atau pun mahasiswi farmasi Indonesia dalam bidang kesehatan khususnya kefarmasian.
Kegiatan dengan tema “Pemimpin Teladan bedulur di Bumi Sriwijaya” dimulai dari 26-29 Maret 2015 lalu. Sebanyak 51 orang delegasi dari 7 komisariat di Sumatera Wilayah 2 termasuk Universitas Sriwijaya. Selama 3 hari, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang diselenggarakan antara lain welcome party, screening test, berbagai macam materi dan simulasi, workshop, outbond dan terakhir closing party.
Pada hari kamis peserta disambut dengan welcome party, dilanjutkan dengan screening test mengenai ISMAFARSI, essay yang dibuat dan isu-isu kefarmasian. Malam telah larut sehingga dilanjutkan esok hari. Hari jumat, diawali dengan senam pagi, peserta mulai bersiap menerima materi. Ada 3 materi yang akan diterima hari ini antara lain Workshop Patient Counseling Community oleh ibu Rennie Puspa Novita,M.Farm,Klin,Apt. selaku dosen Farmasi Unsri, Strategi Kepemimpinan oleh AR Haderani, menteri advokasi BEM KM Unsri dan Psikologi Massa dan Manajemen Aksi oleh presiden mahasiswa Unsri, Febri Walanda. Peserta dilatih mengedukasi pasien dengan memberi konseling akan resep yang didapat. Ini sungguh berguna sebagai bekal seorang farmasis di masa depan. Peserta belajar perlunya mengelola kepemimpinan yang sudah dipegang dengan memperhatikan manajemen diri dan lingkungan, serta adanya konsolidasi dan networking yang luas sehingga kepemimpinan tercapai menyeluruh. Sore hari dilakukan simulasi aksi di lapangan terbuka dengan tuntutan kepada Presiden yakni JKN vs KIS: Tuntaskan JKN dan Hapuskan KIS. Permasalahan ini dirasa cukup krusial melihat kebingungan yang timbul di masyarakat akan hal ini. Simulasi berlangsung cukup singkat, namun sangat mengobarkan semangat para delegasi. Pada malam hari screening test kembali dilanjutkan.
Sabtu pagi peserta melakukan kegiatan outbond. Terdapat 5 post yang harus didatangi tiap kelompok. 5 post tersebut memiliki tantangan dan aturan yang berbeda-beda. Setiap tantangan yang diberikan memiliki tujuan tertentu seperti melatih kerjasama, kekompakan, kesabaran, menyatukan pikiran dan kekuatan serta ketelitian. Setelah selesai kembali dilanjutkan dengan materi isu strategis kefarmasian dan IPE oleh Shaum Shiyan,M.Sc,Apt. selaku dosen farmasi Unsri. Beliau menyampaikan beberapa isu kefarmasian yang sedang hangat antara lain UKAI, IPE, kasus pemberian salah etiket salah satu perusahaan obat, dan sebagainya. Selanjutnya workshop kesekretariatan oleh SA kesekretariatan ISMAFARSI wilayah dan nasional, Suci Amaliyah Indah Lestari dan Hana Ghina Chairunnisa. Adanya pengenalan SOP kesekretariatan ISMAFARSI sebagai acuan dalam pembuatan surat-menyurat yang berhubungan dengan ISMAFARSI.
Malam harinya terdapat materi advokasi oleh Lumantar Wahyudi dan selayang pandang ISMAFARSI beserta tafsir konstitusinya oleh Sekretaris Jendral ISMAFARSI, Ridho Muhammad Sakti. Beliau menyampaikan materi dengan menerapkan Focus Group Discussion. Peserta mendiskusikan suatu kebijakan yang akan diberlakukan yakni UKAI, Uji Kompetensi Apoteker Indonesia. Diakhir materi Sekjend memberikan post-test mengenai ISMAFARSI.
Keesokan harinya kegiatan selesai ditutup dengan closing party. Terbentuknya nama angkatan yakni Neuron. Diumumkan peserta terbaik putra dan putri, yakni Syarif Rizkullah dari STIFI YP Padang dan Asfaraeni Rahma dari Universitas Sriwijaya Palembang. Dengan begitu, berakhirlah sudah rangkaian kegiatan LKMMF II ISMAFARSI Sumatera II. Salah satu delegasi mengatakan, “Hari ini, kami bertekad, akan bersama menjadi lulusan kader LK 2 ISMAFARSI Wilayah Sumatera II yang siap memajukan ISMAFARSI lebih baik kedepan, berkontribusi aktif demi terwujudnya ISMAFARSI Luar Biasa!”. (at)