Musyawarah Besar HKMF 2013
Penyerahan jabatan dari DPPO HKMF Unsri Periode 2011-2013 kepada DPPO HKMF Unsri Periode 2013-2014
Seminar Nasional Kefarmasian April 2013
Talk Show dan Seminar Nasional 'LETS AVOID HEPATITIS WITH SCIENCE AND GET HEALTHY LIVING'
Hari AIDS Sedunia 2012
HKMF memperingati Hari AIDS sedunia 1 Desember 2012 dengan membagikan brosur dan pita merah di Kambang Iwak Palembang
Senin, 19 Januari 2015
22.13
HKMF UNSRI
Rabu, 14 Januari 2015
18.02
HKMF UNSRI
Waktu pelaksanaannya yang direncanakan akan dilaksanakan pada bulan Maret 2015 ini diharapkan dapat berjalan dengan lancar. Semoga kami sebagai tuan rumah dapat memberikan yang terbaik.
Untuk informasi lebih lanjut :
Twitter : @lkmmf2sum2
@HKMFUnsri
@farmasievent
Email : Ismafarsi_LK2@yahoo.com
10.00
HKMF UNSRI

Untuk mewujudkan hal tersebut, perguruan tinggi farmasi dituntut untuk selalu melakukan perbaikan secara terus-menerus karena secara konseptual ilmu kefarmasian akan terus berkembang dan perkembangan dalam dunia kefarmasian harus direspon secara cepat dan aktual.
Komponen utama dalam dunia pendidikan adalah kurikulum. Begitu juga pendidikan tinggi farmasi. Untuk mendapatkan lulusan yang berkompeten, kurikulum farmasi pun harus berlandaskan kompetensi dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja sehingga lulusan yang dihasilkan nantinya bisa dijamin kualitasnya. Ini merupakan pekerjaan berat untuk seluruh stakeholder, baik itu pemerintah, asosiasi perguruan tinggi farmasi maupun perguruan tinggi farmasi itu sendiri.
Permasalahan kunci hari ini adalah pendidikan tinggi farmasi belum bisa merespon permintaan dunia kerja dalam menghasilkan sumber daya manusia yang diinginkan dan sesuai dengan kebutuhan. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya komunikasi yang berkelanjutkan antara perguruan tinggi sebagai “produsen” dengan pemberi pekerja sebagai “konsumen”. Perguruan tinggi farmasi berjalan dengan teori-teori yang notabene textbook tidak sejalan dengan realita dunia kerja hari ini. Tak ayal, miss-link and match selalu mewarnai hubungan keduanya. Dunia kerja hari ini masih menganggap bahwa teori perkuliahan adalah sebuah kehidupan maya dan berbeda dengan dunia kerja sebagai sebuah realita.
Untuk itu, ke depannya kurikulum dunia pendidikan tinggi farmasi harus disesuaikan dengan apa yang dibutuhkan dunia kerja. Agar sejalan, perlu adanya sebuah korelasi antara perguruan tinggi farmasi dengan pihak yang membutuhkan sumberdaya yang dihasilkan fakultas farmasi, baik itu industri, pemerintahan, ataupun dunia usaha.
Untuk mewujudkan suatu kurikulum yang sesuai dengan permintaan dunia kerja, perlu sebuah forum bersama antara pelaku dunia kerja sebagai pihak yang membutuhan lulusan farmasi yang berkompeten, pemerintah sebagai pengatur regulasi dan pihak perguruan tinggi sebagai penghasil lulusan.
Forum ini hanya berfokus membahas perkembangan baru kefarmasian, perubahan-perubahan paradigma kefarmasian dan segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia kefarmasian sehingga nantinya akan tercipta sesuatu sinergisitas antar semua pihak yang terlibat dalam dunia kefarmasian tersebut, sehingga peran perguruan tinggi farmasi benar-benar terlihat sebagai poros depan kemajuan dunia farmasi.
Senin, 01 Desember 2014
07.14
HKMF UNSRI
Acquired Immunodeficiency Syndrome atau disingkat AIDS merupakan sekumpulan gejala dan infeksi yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau Human Immunodeficiency Virus .Virus AIDS menyerang sel darah putih khusus yang disebut dengan T-lymphocytes.HIV yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia.
Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.Tanda pertama penderita HIV biasanya akan mengalami demam selama 3 sampai 6 minggu tergantung daya tahan tubuh. Setelah kondisi membaik orang yang terinfeksi HIV akan tetap sehat dalam beberapa tahun dan secara perlahan kekebalan tubuhnya akan menurun karena serangan demam yang berulang.Sistem tahapan infeksi WHO
Pada tahun 1990, World Health Organization (WHO) mengelompokkan berbagai infeksi dan kondisi AIDS dengan memperkenalkan sistem tahapan untuk pasien yang terinfeksi dengan HIV-1. Sistem ini diperbarui pada bulan Septembertahun 2005. Kebanyakan kondisi ini adalah infeksi oportunistik yang dengan mudah ditangani pada orang sehat.
1. Stadium I: infeksi HIV asimtomatik dan tidak dikategorikan sebagai AIDS
2. Stadium II: termasuk manifestasi membran mukosa kecil dan radang saluran pernapasan atas yang berulang
3. Stadium III: termasuk diare kronik yang tidak dapat dijelaskan selama lebih dari sebulan, infeksi bakteri parah, dan tuberkulosis.
4. Stadium IV: termasuk toksoplasmosis otak, kandidiasis esofagus, trakea, bronkus atau paru-paru, dan sarkoma kaposi.
Semua penyakit ini adalah indikator AIDS.
Sebelum seseorang bisa dikatakan terkena penyakit HIV/AIDS. Ia akan mengalami gejala-gejala sebagai berikut :
1. Penderita akan mengalami demam tinggi yang berkepanjangan
2. Penderita akan mengalami napas pendek, batuk, nyeri dada dan demam, Ia akan kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah
3. Diare kronis yang tidak dapat dijelaskan pada infeksi HIV dapat terjadi karena berbagai penyebab; antara lain infeksi bakteri dan parasit yang umum (seperti Salmonella, Shigella, Listeria,Kampilobakter, dan Escherichia coli), serta infeksi oportunistik yang tidak umum dan virus (seperti kriptosporidiosis, mikrosporidiosis, Mycobacterium avium complex, dan virus sitomegalo (CMV) yang merupakan penyebab kolitis).
4. Batuk berekepanjangan
5. Esofagitis adalah peradangan pada kerongkongan (esofagus), yaitu jalur makanan dari mulut ke lambung. Pada individu yang terinfeksi HIV, penyakit ini terjadi karena infeksi jamur (jamurkandidiasis) atau virus (herpes simpleks-1 atau virus sitomegalo). Ia pun dapat disebabkan oleh mikobakteria, meskipun kasusnya langka
6. Pembengkakan kelenjar getah bening diseluruh tubuh (dibawah telinga, leher, ketiak, dan lipatan paha)
7. Sakit kepala
8. Sulit berkonsentrasi
9. Respon anggota gerak melambat
10. Sering nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki
11. Mengalami tensi darah rendah
12. Terjadi serangan virus cacar air dan cacar api
13. Infeksi jaringan kulit rambut
14. Kulit kering dengan bercak-bercak.
Penularan HIV AIDS adslah :
1. Hubungan seks
2. Transfusi darah
3. Penggunaan jarum bekas penderita (akupuntur, jarum tattoo, harum tindik).
4. Antara ibu dan bayi selama masa hamil, kelahiran dan masa menyusui.
Obat-obatan HIV AIDS :
1. NRTI (nucleoside atau nucleotide reverse transcriptase inhibitor)
2. NNRTI (non-nucleoside reverse transcriptase inhibitor)
3. PI (protease inhibitor) Fusion Inhibitor
Cara mencegah HIV AIDS adalah dengan ;
1. Hindari seks bebas
2. Jangan berganti-ganti pasangan seksual
3. Gunakan kondom, terutama untuk kelompok perilaku resiko tinggi jangan menjadi donor darah
4. Seorang ibu yang didiagnosa positif HIV sebaiknya jangan hamil.
5. Penggunaan jarum suntik sebaiknya sekali pakai
6. Jauhi narkoba.
Minggu, 23 November 2014
00.27
HKMF UNSRI
Nama-nama yang tercantum dibawah ini telah dinyatakan LULUS untuk tahap Open Recruitment Pengurus HKMF untuk periode 2014-2015 dan untuk selanjutnya nama-nama dibawah ini akan memasuki masa magang selama 1 tahun. Diharapkan nama-nama yang tercantum dibawah ini dapat menjalankan masa magangnya dengan sebaik-baiknya.
DAFTAR HASIL OPEN RECRUITMENT PENGURUS HKMF UNSRI PERIODE 2014-2015
SA Kesekretariatan :
Sabrina Cahya Depita
Putri Agusti Asgaf
Iin Soliha
Rae Resta Lestari
SA Media, Publikasi dan Dokumentasi :
Raden Ajeng Putri Haifa Zahra
Winda Utami
Agus setiawan
Putri Damayanti Anggraini
SA Dana dan Usaha :
Silvia Anggraini
Marie Santia
Mutia Hasanah
Vephie Yenti
SA Internal :
Abu Malik
Arini Alfa Hidayah
Sonia Dea
Adnan
Ahmad Ridho
SA Eksternal :
Eka windiasfira
Muhammad Ridwan
Wenna Amelia
Ditria Putri
Ulum Bidari
SA Pendidikan dan Profesi :
Dwi Purnama Sari
Oon Fatihana
Hertia Aslamiyah
Rini
SA Pengabdian Masyarakat :
Aprili Mazona
Fransiscus Xaverius Wendy
Yuni Fitriani
Fildya Shinta Esperansa
Dyah Ayu setyarini
SA Kaderisasi :
Hendro David
Rachman Rizky
Asfaerani
Diva Yulandri
Rabu, 19 November 2014
20.45
HKMF UNSRI
RSS Feed
Twitter